Rabu, 29 Agustus 2012

Rintik Hujan Itu Lagi


Hujan turun lagi diluar jendela
Malam ini aku dikamar yang kosong
Aku tak dapat tidur
Memikirkan wajahmu lagi dalam kesendirian
Aku takut
Merasakan perpisahan
Saat air mata kesedihan mengalir di mataku
Kau kembali padaku di hari dimana angin yang dingin berhembus

Setiap hari aku masih menunggumu
Meskipun kau sudah melupakanku
Tak mengenalku
Hingga malam ini tiba
Aku akan merindukanmu
Jika malam ini berlalu
Aku tak pernah tahu cara untuk melupakanmu
Aku akan meridukanmu
Jika waktu berhenti
Jika kita kembali ke masa itu
Aku dapat bertemu denganmu dalam mimpi tetapi aku merindukanmu
Kalau saja kau berada disampingku saat aku terbangun dari esok hari

Minggu, 26 Agustus 2012

Bayanganmu


Meskipun aku berkeras menutup mata , yang ada hanya bayanganmu
Mimpi mimpi itu masih terdengar di telinga
Hari demi hari hidupku bagaikan bermimpi
Kenangan adalah kebahagiaan yang berharga bagiku
Menjadi lebih hangat dalam ingatan meskipun dalam waktu yang sulit
Berharap mimpi tidak pernah tertidur untukku

Kau selalu ada disisiku seperti bayangan
Karena secara diam diam kau datang kepadaku
Kau bertanaya apakah aku sakit?
Apakah aku kesepian setiap hari?
Kau datang dan pergi padaku dengan kerinduan
Meskipun dunia membuatku menangis ,aku tak apa apa
Karena kau selalu disisiku

Di hatiku hanya satu
Pada saat kesulitan maukah kau memberikan kekuatan seperti ini
Selamanya aku tertuju padamu
Meskipun dilanda berbagai rasa sakit didalam luka seperti ini
Bayanganku yang tersenyum akan kuperlihatkan kepadamu

Sabtu, 25 Agustus 2012

Membeku Dalam Kehangatan

Aku membeku jika berdiri didepanmu
Aku menghancurkan segalanya
Tak dapat berkata kata
Kau pasti berfikir kalau aku bodoh
Mengapa kau membuatku seperti ini

Hatiku yang kau curi tanpa ku sadari
Kau masuk tanpa tanda
Kau buat aku gelisah dan gemetar
Setiap hari aku berdoa agar kau melihatku lagi padaku pada hari itu
Inilah awalnya aku mengetahui cinta

Aku tak dapat menyembunyikan ekspresi wajahku
Kau menemukan segalanya, tentangku
Saat melihatmu aku menjadi pucat
Aku melarikan diri seperti anak kecil
Kau pasti berfikir aku ini aneh dan ganjil

Memikirkanmu

Bayangmu seperti mengikutiku
Aku ingin menyembunyikan wajahku
Tapi aku tak dapat menghindarinya
Bayangmu mengikutiku
Memandangku
Pancaran sebelah matamu
Semuanya membuatku beku
Bayangmu memelukku
Menjagaku
Gambaran tentangmu
Keberadaanmu
Semua membuatku merasa hidup

Saat bersinar menerangiku
Aku berdansa bersamamu
Seluruh ekspresiku mendekat padamu
Saat kegelapan menutupi
Kau masuk kedalam tubuhku
Perlahan memberi warna sebagai sebuah cahaya
Sedikit demi sedikit waktu yang menyadarkan dan mengungkapkan
Aku tak dapat melupakan bayangan yang ini menjagaku selamanya

Aku berbicara dengan cermin
Masih ku telusuri
Kekuatan apa yang membuatku memikirkanmu

Jumat, 24 Agustus 2012

Semua Karenamu

Aku takut
Dan terus menerus merasa takut
Karena aku mencintaimu
Kau akan menjauh jika aku makin mendekat
Aku seperti orang bodoh yang tak mampu berkata kata apapun
Hatiku memanas
Ketika aku memikirkanmu
Karena aku merasa sakit
Mengeluh
Tertawa dan menangis tak berguna
Karenamu aku begini
Karena kau yang kucintai
Berkali kali aku tak bisa tertahan
Karena sejak pertama aku hanya tahu tentangmu
Semua karenamu
Karena yang kurindukan , aku mencintaimu
Meskipun sakit
Meskipun sulit
Karenamu aku baik baik saja
Semua karenamu

Tak Berdaya

Engkau
Yang telah tega mencuri hatiku
Tanpa seijin aku lebih dulu
Membuatku lemah tak berdaya
Dan aku mencintaimu
Tidakkah kau tau
Aku bahkan tak seindah kedipan matamu
Tapi dapatkah kau berikan senyummu untukku
Walau ini bukan cinta
Tapi aku memohon
Meski ini bukanlah cinta
Tapi aku memohon
Meski ini bukanlah cinta
Kelak suatu saat ini kembalilah padaku sekali saja
Aku akan menunggumu sampai akhir
Sampai hari inipun ada satu kata dalam hatiku yang dapat ku simpan
Hanya satu kata
Aku mencintaimu

Air Mata

Kemarin saat aku tertidur
Sepertinya aku membayangkan dan tertidur
Dan
Ketika aku terbangun air mataku jatuh
Saatku membuka mta, semua buyar dan larut dalam air mata
Memikirkan namamu membuatku tersakiti
Lalu aku memohon
Hanya harapan hampa kosong yang tak berarti
Kelak suatu saat nanti kembalilah padaku sekali saja
Kali ini aku melihatmu lagi
Saat aku memandangmu dari belakang
Mengalir
Ada kata yang tak dapat terucap , seperti air mata
Bagai air mata

Kamis, 23 Agustus 2012

Mencintaimu

Apa kau yang kuharapkan
Apa kau yang kupercaya
Apa kau yang kuyakini
Apa kau yang mampu mengerti

Entahlah

Aku hanya ingin berlari
Memelukmu dalam dekapku
Kuhembuskan nafas
Dan kemudian ku berteriak
Aku membutuhkanmu
Ratusan kali, Ribuan kali
Aku mencintaimu

Galau

Darahku yang membeku
Dadaku yang sesak nafas
Kini kembali
Tenang
Menghangat


Ketika kau hadir dalam cerita yang berbeda
Dengan kelembutan salju itu
Walau aku masih sangat membutuhkan
Cerita lama yang kuno itu
Kekunonan yang membuat ku
Membeku
Sesak nafas




Takdir

Dahulu kau tak pedulikan aku
Kemarin kau tak jaga aku
Kau campakkan aku

Layaknya kau mampu mengerti aku

Ku akui aku benar benar menyayangimu
Dahulu
Kemarin
Sekarang
Bahkan besok

Namun ku akui juga rasa sayang ini
Telah tercuri oleh oranglain
Bukan karena kau tak bisa menjaga hatiku
Bukan karena aku tak pandai menjaga hatiku
Bukan karena dia yang salah
Bukan juga karena keadaan yang salah

Namun karena memang jalannya memang seperti ini
Dan harus seperti ini

Selasa, 21 Agustus 2012

Gilaku

Tidakkah kau tahu
Alasanku disini adalah kau
Tatapan mataku membeku
Bibirku membeku
Bisu
Tak dapat berkata kata
Hanya mampu memandangmu
Dalam kesendirian

Walau dasar hatiku
Merasa sesakit ini
Walau ujung tanganku
Gemetar seperti ini
Aku hanya memikirkanmu
Dalam kerinduanku
Membuatku merasa gila

Belahan Jiwa

Sebetulnya aku tidak tau pada awalnya
Meskipun ada pertemuan
Yang secara kebetulan
Hingga aku merasa lebih senang
Aku belajar lebih banyak
Dari rasa sakit

Meskipun air mata banyak mengalir
Aku hanya akan terawa kepadamu
Saat ini , seperti aku mencintaimu
Belahan jiwaku

Perasaanku

Aku dapat mendorong
Rasa ingin tahumu dengan kata kata rumit
Aku dapat menghabiskan malam ini
Dengan permainan biasa
Kalau saja aku dapat memberi tahu
Perasaanku saat ini
Aku mencintaimu
Melebihi siapapun didunia ini

Senin, 20 Agustus 2012

Rasa Di Malam Ini

Satu hari
Satu bulan berlalu
Dan jika satu tahun
Tidak ada rahasia antara kita yang tak diketahui
Mengapa kemudian
Dunia yang hanya mengerti kita berdua
Perasaan ini seperti pernah terjadi

Meskipun aku berkata
Kita tidak lebih dari sekedar teman
Sebenarnya aku tak melihat senyum tulusmu
Aku tidak tahu bahwa kau disampingku
Aku merasa seperti orang bodoh
Yang sendiri dalam sepi

Aku ingin mengirim perasaanku
Yang berlari menuju hatimu
Sampai kemarin aku
Tak mengetahui jernih sorot matamu
Namun
Aku merasakan kelembutanmu seperti salju

Tak Berjudul

Aku tak dapat muncul
Untuk mengucapkan sepatah katapun
Aku tak tahu
Apakah aku akan melihat wajahmu lagi
Sesuatu terkubur disuatu tempat
Dihatiku yang dalam
Sesuatu yang selama ini terasa sakit
Dan kurindukan darimu

Jika aku berbalik
Kau memandang dengan senyumanmu
Sepertinya kau selalu ada disana
Selalu dibelakangmu
Sepanjang malam sendiriku
Aku diliputi rasa bingung
Jejakmu tetap meninggalkan tangis bagiku

Bimbangku

Hatiku telah lebur
Karenamu
Darahku tak mengalir lagi
Karenamu
Nafasku tak terhirup lagi
Karenamu
Bahagiaku pudar
Karenamu
Bahkan air mataku kering
Karenamu

Kini aku tak mampu mengerti
Ini cinta
Atau kesedihan
Ini kasih sayang
Atau pengorbanan
 

Harus Bagaimana

Ada sesuatu
Yang masuk di mataku
Ku dibuatnya menangis
Dan ini
Kusembunyikan dari hatiku
Dan ketika
Air mata membawa kembali
Seseorang yang tak punya perasaan
Seberapa banyak aku harus merasa sakit
Agar kau memandangku
Seberapa banyak aku harus menangis
Agar kau mencintaiku
Agar kau memelukku

Engkau

Sedihku tak dapat menyentuhmu
Hanya bisa memandangmu
Kau tepat dihadapanku
Dan aku dibelakangmu

Meskipun hari esok datang
Aku mencintaimu
Aku mencintaimu melebihi hari kemarin
Kata yang ada dalam hatiku
Tidak dapat kuungkapkan
Hari ini pun aku mencintaimu

Dia sepert orang bodoh
Yang tak tahu perasaanku
Dia ada didepan mataku
Benar
Karena dia adalah DIRIMU

Sabtu, 18 Agustus 2012

Tetesan Maut

Kau mengalir di tubuhku
Kau memberiku hidup yang berbeda
Kau juga memberiku rasa yang berbeda
Kau memberiku jalan yang berbeda pula

Kau mengalir semaumu
Terkadang sangat cepat
Namun, terkadang lambat hingga aku merasa aku ada tanpamu
Kau hancurkan dirimu semaumu
Kau tak bisa bersabar untuk menghancurkan dirimu sendiri
Dan tanpa kau sadari aku terluka karena mu

Kau selalu seperti itu
Aku tlah berusaha agar kau mau bersabar
Segala cara tlah ku tempuh
Meski aku harus tersiksa

Kau tetap tak pernah berubah
Kau makin menyiksaku
Dengan tato biru di kulitku ini
Yang sekian lama akan berubah menjadi ungu
Tak hanya itu kau siksa aku
Kau beri aku derita di setiap persendianku
Kau beri aku pukulan tajam di setiap sudut kepala ku
Hingga terkadang aku harus bertarung dengan tetesan maut
Yang sering mewarnai hariku
Atau
Aku harus menelan kepedihan menyiksa itu tanpa kepahitan

Aku hanya berharap kau mampu berhenti menyiksaku
Segala cara tlah ku lakukan
Jerit ku juga telah bisu
Air mata juga telah kering karenamu
Karena aku hanya ingin bersama orang orang yang aku sayang lebih lama